Liga Inggris Pekan 17 – Pengkhianat, Penghancur, Pemecatan dan Pemenang

Berbeda dengan liga lain di benua eropa, pekan ke 17 liga inggris musim 2015/2016 kembali menyajikan hasil yang unik dan mengherankan. Chelsea, Liverpool, Manchester United, Manchester City, dan Arsenal kembali menjadi pembahasan utama. Berbeda pada musim-musim sebelumnya, liga inggris musim ini tidak lagi didominasi oleh ke 5 tim papan atas tersebut, tim-tim kecil seperti Leicester City, West Ham United, Crystal Palace, dan Watford seolah menjadi penghancur keperkasaan tim-tim besar tersebut.

Chelsea & Pengkhianat

Headline utama seantero benua biru beberapa minggu ini seolah terfokus pada tim The Blues Chelsea, jika bukan karena pemecatan The Special One menyusul rentetan hasil buruk yang begitu mengejutkan setiap penikmat Liga Inggris. Sebuah dinasti yang hendak dibangun The Blues dan Jose Mourinho seolah sirna begitu saja, banyak pihak yang menyayangkan hal tersebut, begitu juga dengan pemilik Chelsea sendiri, Roman Abramovich yang seolah tidak diberi banyak pilihan selain memecat sang pelatih.

Pekan ini, menjadi pekan pertama Chelsea menjamu Sunderland di Stamford Bridge tanpa sang pelatih. Atmosfer Stamford Bridge, kali ini terasa sangat berbeda, seluruh isi stadion bernyanyi untuk Jose Mourinho, sebuah bukti nyata kemarahan fans chelsea akan pemecatan tersebut dan cinta mereka terhadap Sang Pelatih. Spanduk dukungan juga menghiasi stadion, namun juga ada cemoohan disana kepada 3 pemain Chelsea, Cesc Fabregas, Diego Costa, dan Eden Hazard. Beruntung Sang pemain no 10, tidak bermain kemarin karena cedera saat laga kontra Leicester City, jika tidak, mungkin akan merasakan juga cemoohan yang dirasakan Fabregras & Costa pada laga tersebut.

Laga tersebut akhirnya dimenangkan oleh Chelsea dengan skor 3-1 atas Sunderland, Chelsea akhir naik satu peringkat ke peringkat 15, karena sebelumnya newcastle berhasil ditahan imbang lawannya. Namun yang menarik dari laga ini adalah, penampilan beringas Chelsea yang seolah hidup kembali pasca pemecatan. Ivanovic kembali mencetak gol, Oscar yang tampil begitu impresif, dan Pedro yang juga melengkapi torehan 3 gol Chelsea, penampilan tersebut seolah menjadi sebuah isyarat adanya pengkhianatan seperti yang disebutkan Mourinho dimata fans fans Chelsea, kritikan pun bertebaran di Stamford Bridge dan juga Lini Sosial Media. Untuk pertama kalinya, fans chelsea merasakan senang dan sedih disaat bersamaan. Senang karena tim bermain impresif dan menang, sedih karena penampilan tersebut seolah menjelaskan para pemain dengan sengaja bermain jelek untuk menendang pelatih keluar dari pintu Chelsea.

 

Liverpool & Penghancur

Pekan ini seolah kembali menjadi pekan kelam bagi Liverpool dan Klopp. Setelah kembali hancur di kandang Watford dengan skor telak 3-0 pada pekan ke 17, Klopp kini menghadapi ujian terbesarnya di Liga Inggris, sesuatu yang mungkin belum dia rasakan di Bundesliga, kuatnya Tim Kecil liga inggris. Dibawah asuhan Klopp sejak pemecatan Brendan Rodgers, Liverpool tampil begitu mengerikan, termasuk salah satunya menghancurkan Manchester City, Chelsea dan lolos ke fase berikutnya Liga Eropa, namun Klopp seolah belum menemukan solusi ketika menghadapi tim kecil, setelah sebelumnya juga takluk oleh Crystal Palace dan Newcastle.

Klopp tentu tidak bisa kita salahkan, selain baru menjajal liga inggris beberapa minggu, juga skuad Liverpool saat ini sepenuhnya adalah skuad peninggalan Brendan Rodgers, sehingga butuh waktu untuk membenahi berbagai permasalahan, mulai dari aspek mental pemain, cedera, dan juga mendatangkan pemain baru yang dia inginkan di bursa transfer nantinya.

Cedera pemain juga menjadi hal buruk lainnya yang menimpa kubu The Reds, selain James Milner, sang Kiper Simon Mignolet juga mengalami cedera sehingga harus diganti oleh Adam Bodgan. Cedera simon mignolet, seolah menjadi kabar gembira bagi sebagian Fans The Reds, mengingat banyak pihak yang meragukan kualitas kiper utama Liverpool tersebut, dan serangkai error yang dia lakukan sepanjang musim ini disemua kompetisi. Tetapi kiper penganti Adam Bodgan pada laga kontra Watford, juga tidak lebih baik dari Mignolet, menyusul blunder pada menit awal yang berujung gol dari Nathan Ake. Melihat dari hal tersebut, bukan tidak mungkin, pemain pertama yang dicari oleh Klopp ketika bursa transfer kembali dibuka adalah posisi kiper.

Boxing day yang menjadi tradisi Liga Inggris, semakin dekat, ini adalah musim pertama Klopp bersama Liverpool, jadi selayaknya biarkan Jurgen Klopp memoles tim ini hingga siap berperang untuk musim depan.

 

Manchester United & Pemecatan

Pekan ini juga menjadi pekan yang berat untuk Manchester United dan Louis Van Gal. Tampil mendominasi, namun susah mencetak gol, itulah salah satu masalah utama Manchester United musim ini. Sorotan dan Tekanan kini berpusat semuanya dipundak Louis Van Gal, berbeda dengan beberapa minggu silam dimana Mourinho adalah sorotan utama, setelah sang murid telah didepak, kini fokus media tertuju pada Van Gal, menjadi yang terfavorit untuk didepak. Kekalahan atas Norwich City di Old Trafford seolah menjadi awal berat bagi Van Gal, apalagi sesaat setelah peluit panjang pertandingan dibunyikan, seisi stadion mencemooh Van Gal yang berjalan pasrah menuju lorong Old Trafford. Posisi Setan Merah tidak seburuk musim lalu, bahkan pada awal musim sempat bertengger dipuncak klasemen dengan rekrutan baru Anthony Martial yang begitu tajam disetiap pertandingan.

Namun seiring musim bergulir, jadwal Premier League yang dikenal sangat Padat, ditambah dengan musim ini United kembali berlaga di Liga Champion Eropa, seolah pelan tapi pasti menguras stamina pemain Setan Merah. Rekening gol United semakin menipis, hingga puncaknya pada laga pamungkas Liga Champion, memastikan United tersingkir dari babak penyisihan liga elit benua biru tersebut.

Kekalahan atas Norwich City pekan ini, meski tidak merubah posisi Manchester United di tabel peringkat Liga Inggris, namun menambah beban dipundak skuad Setan Merah dan juga LVG. United selalu tampil mendominasi, tetapi susah mencetak gol, hal itu bisa dilihat dari statistik laga, dengan minimnya Shot On Goal setan merah. Selain hasil yang semakin memburuk, gaya permainan juga mendapat kritik sendiri dari berbagai pihak, Filosofi permainan LVG dinilai tidak atraktif, kontras dengan Manchester United Era Alex Ferguson.

Apa pun itu, Louis Van Gal sejatinya telah melakukan pekerjaan yang fantastis, menggantikan David Moyes, dalam musim pertama kepemimpinannya LVG telah mengembalikan Manchester United ke zona Liga Champion hingga perburuan juara. Berakhirnya era Alex Ferguson, tentu tidaklah mudah bagi pelatih mana pun yang mengantikan posisinya, tetapi LVG bukanlah pelatih baru, dia adalah pelatih Top yang menjadi awal dari semua pelatih top eropa saat ini mulai dari Pep Guardiola, Jose Mourinho, hingga Luiz Enrique.

 

Arsenal vs Manchester City & Pemenang

Dini hari nanti, 2 tim favorit calon juara Liga Inggris 2015/2016, akan saling menghancurkan. Siapa pun yang menjadi pemenang tentu belum bisa menjadi kesimpulan dari akhir cerita Liga Inggris musim ini. Arsenal jelas lebih diunggulkan karena performa musim ini yang sangat konsisten, meski dihantam badai cedera, performa Mesut Ozil, dan Petr Cech seolah menjadi faktor pembeda Arsenal musim ini. Lolosnya Arsenal secara ajaib dari Fase Penyisihan Liga Champion juga seolah meningkatkan mental pemain Arsenal berkali kali lipat.

Berbeda dengan Arsenal yang dihantam badai cedera, Manchester City secara pelan namun pasti, mulai kembali menemukan perfoma terbaiknya, apalagi David Silva sudah dikonfirmasi dapat tampil nanti pada laga nanti melawan Arsenal. Jika dilihat dari sisi kepercayaan diri, mental pemain, dan konsistensi performa tim sejauh ini Arsenal jelas diunggulkan, namun jika dilihat dari kualitas pemain Manchester City yang bertabur bintang disemua lini serta badai cedera yang didera The Gunner saat ini, City tentu satu tingkat diatas.

Yang pasti siapa pun pemenangnya nanti, Laga ini tidak bisa dijadikan tolak ukur siapa yang akan menjadi pemuncak klasemen liga inggris diakhir musim, mengingat banyak kejutan yang terjadi di Liga Inggris musim ini, dengan Leicester City masih sebagai pemuncak klasemen jelang Natal 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *