Liga Inggris, Liga Champion – Posisi Liga Inggris terancam oleh Liga Italia ?

Liga Premier Inggris, disebut-sebut sebagai yang terbaik didunia, namun hal tersebut justru berbanding terbalik dengan prestasi mereka di Liga Champion dan Liga Eropa. Tim inggris yang berlaga di kejuara tim-tim elit eropa tersebut seolah tidak bisa berbuat banyak. Ada banyak analisa yang dilakukan oleh para pengamat sepak bola, mulai dari identitas yang hilang, hingga jadwal yang sangat padat.

Liga Champion
Jika berkaca dari prestasi tim inggris beberapa tahun belakang, kualitas tim inggris justru terus mengalami penurunan. Hal ini sangat terlihat jelas, dimana tim inggris begitu kesulitan menembus babak final, bahkan semifinal liga champion musim lalu tidak ada sama sekali perwakilan tim inggris yang tersisa. Posisi Liga Inggris kini memiliki perbedaan poin yang sangat tipis dengan Liga Italia. Jika tidak ada perubahan dalam 1-2 tahun kedepan, maka bukan tidak mungkin posisi 3 Liga Inggris akan direbut oleh Liga Italia dan Liga Inggris akan kehilangan jatah 4 peserta untuk Liga Champion. Spanyol dan Jerman, masih nyaman berada di posisi 1 dan 2 untuk Zona Liga Champion.

Liga Inggris
Media mengatakan Liga Inggris adalah liga terbaik didunia. Liga dimana, tidak ada tim yang begitu dominan, meski beberapa tahun terakhir perputaran uang semakin mengila di ranah britania untuk beberapa tim besar, namun tetap papan klasemen musim 2015/2016 adalah pembuktiannya, bagamana Tim seperti Leicester City yang musim lalu hampir terdegradasi bisa menjadi pemuncak klasemen dan Chelsea yang kini tersungkur diperingkat 14. Setiap tim saling mengalahkan, pembagian uang yang merata dan adil untuk setiap peserta premier league, nilai komersial yang begitu tinggi, serta tempat dimana berbagai pelatih top dari seluruh penjuru dunia kini berada. Sebut saja Louis Van Gal, Jose Mourinho, Arsene Wenger, Manuel Pellegrini, Jurgen Klopp, hingga Claudio Ranieri di Leicester City.

Kekuatan finansial seolah membuat tim inggris bisa mendatangkan pemain mana pun yang diincar, dengan gaji fantastis dan popularitas yang mendunia. Dan Keuntungan finansial tersebut tidak hanya dinikmati tim penghuni papan atas, namun tim yang berada di papan bawah klasemen pun bisa merasakan hal tersebut.

Jadwal Padat
Buruknya prestasi tim inggris pada Liga Champion, disebutkan salah satu faktor utamanya adalah Jadwal yang sangat padat. Hal ini bisa terlihat dari musim-musim sebelumnya dan musim ini 2015/2016. Satu persatu pemain inti cedera, membuat setiap tim yang berlaga di liga champion tidak memainkan skuad terbaiknya. Sebut saja Manchester City yang begitu perkasa pada awal-awal musim, harus mulai merasakan kekalahan setelah kapten Vincent Kompany cedera, selain itu juga kehilangan Sergio Aguero, David Silva, hingga Joe Hart. Hal yang sama juga terjadi pada Manchester United dan Arsenal.

2015-2016
Musim 2015-2016 ini Liga Champion sudah memasuki babak akhir dari kualifikasi, selain Manchester City yang sudah memastikan 1 tiket dari babak penyisihan dan mulai pulihnya pemain-pemain inti dari hantaman badai cedera. Manchester United sudah dipastikan tersingkir tadi malam. Arsenal dan Chelsea akan menjalani laga hidup mati, dini hari nanti.

Kritik terhadap jadwal yang padat, serta tradisi Boxing day oleh media serta para pelatih seolah tidak digubris oleh otoritas liga inggris. Para pemain inggris seluruh tenaga dan mental seolah dikuras habis di kompetisi domestik sehingga mengakibatkan kehilangan taringnya dikompetisi Elit seperti Liga Champion dan Liga Eropa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *